<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kopral Cepot</title>
	<atom:link href="http://kopralcepot.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kopralcepot.wordpress.com</link>
	<description>urang sunda nu diajar nyunda ..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jul 2011 06:20:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>su</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kopralcepot.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7b114086520842284120cc32486ac077?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kopral Cepot</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kopralcepot.wordpress.com/osd.xml" title="Kopral Cepot" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kopralcepot.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nadoman, Berdakwah dengan Nyanyian</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/08/15/nadoman-berdakwah-dengan-nyanyian/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/08/15/nadoman-berdakwah-dengan-nyanyian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 18:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Nadoman]]></category>
		<category><![CDATA[Ngamumule Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pepeling]]></category>
		<category><![CDATA[Tatar Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Eling-eling masing eling. Rumingkang di bumi alam. Darma wawayangan wae. Raga taya pangawasa. Lamun kasasar lampah. Napsu nu matak kaduhung. Badan anu katempuhan. ** Tidak mudah menelusuri jejak kapan mulai munculnya nadoman di tatar Sunda. Nadoman dikategorikan sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat tanpa diketahui siapa dan kapan ditulis. Ia bersifat anonim. Dalam sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=102&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><em><a href="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/08/jagoan-sholat-berjamaah.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-103" title="jagoan sholat berjamaah" src="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/08/jagoan-sholat-berjamaah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Eling-eling masing eling. Rumingkang di bumi alam. Darma wawayangan wae. Raga taya pangawasa. Lamun kasasar lampah. Napsu nu matak kaduhung. Badan anu katempuhan.</em></strong><br />
**</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tidak mudah menelusuri jejak kapan mulai munculnya nadoman di tatar Sunda. Nadoman dikategorikan sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat tanpa diketahui siapa dan kapan ditulis. Ia bersifat anonim. Dalam sastra lisan, karya itu milik semua orang. Itu sebabnya, sulit menelusuri sejarah nadoman.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada pertengahan abad XX, nadoman menjadi sarana dakwah dan penyebaran ilmu agama yang efektif. Tidak hanya kiai atau ajengan yang bisa melakukannya, para ustaz di musala di kampung-kampung juga bisa membuatnya. Baik lagu bebas yang dalam istilah karawitan disebut &#8220;kawih&#8221;, maupun lagu terikat seperti &#8220;tembang&#8221; atau &#8220;dangding&#8221;. Di masyarakat, nadoman ini kemudian lebih dikenal sebagai pupujian.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-102"></span>Sejumlah nadoman dari masa itu masih hidup hingga hari ini, di antaranya adalah &#8220;Pepeling&#8221; yang ditulis oleh Aria Bratawidjaja seperti yang ditulis di awal artikel ini. Teks pupujian ini tercatat dalam buletin Al Mawaidz No.1 Th. 1 tahun 1933. Pupujian ini masih populer hingga sekarang, sekalipun dari keseluruhan 45 bait hanya dua-tiga bait yang masih diingat.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor yang paling penting dalam terjaganya tradisi nadoman adalah masyarakat penggunanya. Di sejumlah daerah di Jawa Barat, khususnya di kalangan masyarakat yang masih mempraktikkan pola-pola tradisi, nadoman masih terus hidup melalui beragam media. Salah satunya adalah kegiatan marhabaan atau pembacaan kitab Barzanzi. Orang Sunda menyebutnya debaan, yakni sebuah kegiatan pembacaan syair-syair yang berisi pengagungan terhadap Nabi saw. dan keluarganya. Di pesantren-pesantren tradisional, kegiatan ini pun masih bertahan bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan para santri yang dibacakan setiap malam Jumat. Kitab yang dibaca sekira dua jam itu memang berbahasa Arab. Akan tetapi, cara membawakan atau lagu yang digunakan sudah mengadaptasi selera lokal, termasuk menggunakan lagu-lagu yang tengah populer.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika pendidikan modern melalui sekolah formal menjadi keharusan, maka pesantren tradisional memberikan toleransi kepada para santri untuk bisa mengikuti pendidikan formal di luar pesantren. Waktu yang dihabiskan santri untuk belajar di pesantren saat ini berkisar tiga sampai enam tahunan. Waktu yang cukup singkat ini menyebabkan santri tidak punya waktu yang cukup untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu agama.</p>
<p>**</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut K.H. M. Nud Ad-Dawami, pengasuh Pesantren Nurul Huda Cisurupan, Garut, keterbatasan waktu itulah yang menyebabkan para santri saat ini tidak lagi memiliki kemampuan menyusun syair, termasuk pupujian/nadoman. &#8220;Untuk tetap menghidupkan nadoman di tengah masyarakat, khususnya melalui para santri, saya memberikan bentuk nadoman yang sudah jadi,&#8221; ujar kiai yang akrab disapa Ceng Enoh itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, para santri tetap mengenal dan menghapal nadoman tersebut. Ini untuk mempermudah pemahaman mereka terhadap ilmu yang diajarkan dan nantinya akan mereka sebarkan di kampung halaman masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses penulisan nadoman, menurut Ceng Enoh, umumnya dimulai dari aturan sastra Arab yakni dengan menentukan metrum atau baharnya dulu, baru kemudian disesuaikan dengan pupuh dalam Sastra Sunda. Hal ini berarti proses penulisan nadoman itu bertitik tolak dari kemampuan ajengan atau kalangan pesantren terhadap sastra Arab baru, kemudian diadaptasi ke dalam bentuk sastra lokal (Sunda). Hal itu lebih memudahkan proses penulisan, karena mereka umumnya lebih memahami sastra Arab daripada sastra Sunda.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, menurut Ceng Enoh, hal itu lebih banyak dilakukan oleh ajengan yang memiliki keahlian atau kepekaan seni. Mereka mengerti bahar dengan baik dan juga memahami aturan pupuh sehingga ketika mentransfer dari bahar ke pupuh menjadi sesuai atau mengena. &#8220;Saat ini, membuat pupujian atau nadoman tidak lagi berpatokan pada bahar atau pupuh, melainkan asal enak didengar,&#8221; papar Ceng Enoh. Akibatnya, lagu pada nadoman tidak lagi sesuai dengan aturan-aturan arudl ataupun pupuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka umumnya mengira-ngira saja, sekalipun tidak cocok dengan bahar maupun wazannya. Seperti contoh pupujian di masjid-masjid, &#8220;Hayu batur-batur urang solat berjamaah&#8221;, lagu itu tidak mengena secara aturan arudl maupun pupuh, tetapi mudah dihafalkan dan enak didengar menurut ukuran awam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ceng Enoh terbilang ajengan yang langka dalam kemahirannya menyusun karya yang bisa dikategorikan sastra Sunda. Ia termasuk sedikit dari ajengan yang memiliki keahlian dalam menyusun nadoman dengan tetap berpatokan pada arudl dan pupuh. Ia telah menyusun nadoman sejak mempelajari arudl di pesantren tempatnya dulu belajar. Mula-mula dibuatnya dalam bahasa Arab, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda. Kebiasaan itu terus dilatihnya bersama santri lainnya hingga mahir. Kegiatan menyusun syair dan lagu itu menjadi kegiatan mereka di waktu senggang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengetahuan tentang pupuh, didapatnya dari prosesi pembacaan wawacan atau maca layang dalam acara hajatan maupun acara keagamaan, seperti Muludan dan Rajaban. Di antara wawacan yang sering didengarnya ialah Nabi Paras dan cerita perjuangan Islam lainnya, yang dibacakan dalam pupuh Sinom, Wirangrong, dan Kinanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pandangan Ceng Enoh, praktik beragama dalam Islam sejak dulu memang sudah nyeni, terutama karena para ahli tasawuf itu kebanyakan nyeni. &#8220;Dalam ilmu pendidikan, Imam Ghazali menyarankan agar dalam penyampaian pesan-pesan kebaikan itu tidak menggunakan kalimat shorih (langsung/tegas) tapi dengan kinayah (perumpamaan), jangan menggunakan kalimat langsung tapi dengan sindiran,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini terjadi pergeseran fungsi nadoman. Jika dulu nadoman merupakan media utama penyebaran ilmu agama yang efektif, sekarang lebih banyak digunakan sebagai pengantar pengajian.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Penulis : Neneng Yanti K.H., staf pengajar STSI Bandung</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber : Koran Pikiran Rakyat Edisi 16 Agustus 2010</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=102&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/08/15/nadoman-berdakwah-dengan-nyanyian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/08/jagoan-sholat-berjamaah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jagoan sholat berjamaah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perhatoskeun !!!</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/07/12/perhatoskeun/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/07/12/perhatoskeun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 19:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[NgAlamaN]]></category>
		<category><![CDATA[Nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Perhatosan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulah hilap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[gambar kengeng nyandak di nyarios sunda<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=90&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><br />
<a href="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/07/perhatosan2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-91" title="perhatosan" src="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/07/perhatosan2.jpg?w=570&#038;h=427" alt="" width="570" height="427" /></a></p>
<p>gambar kengeng nyandak di <a href="http://www.facebook.com/pages/Nyarios-Sunda/56180083964">nyarios sunda</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=90&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/07/12/perhatoskeun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/07/perhatosan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhatosan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parigeuing Gaya Kapamimpinan (LEADERSHIP) Prabu Siliwangi</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/04/13/parigeuing-gaya-kapamimpinan-leadership-prabu-siliwangi/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/04/13/parigeuing-gaya-kapamimpinan-leadership-prabu-siliwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 07:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Asli Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Kapamimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabu Siliwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabeat]]></category>
		<category><![CDATA[Urang Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Kapamingpinan dina masarakat Sunda, nurutkeun Naskah Kuna Sanghiyang Siksa Kandang Karesian. Ieu naskah kuna teh asli titinggal karuhun Sunda taun 1518 Masehi (Prabu Siliwangi/ Jayadewata pupusna taun 1521 Masehi) anu disundakeun deui kana basa ayeuna ku Drs. Saleh Danasasmita 1985. Ari aksarana ngagunakeun aksara “Ratu Pakuan”, lain Cacarakan. Basana Basa Sunda Buhun. Dina naskah Kuna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=83&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kapamingpinan dina masarakat Sunda, nurutkeun Naskah Kuna Sanghiyang Siksa Kandang Karesian. Ieu naskah kuna teh asli titinggal karuhun Sunda taun 1518 Masehi (Prabu Siliwangi/  Jayadewata pupusna taun 1521 Masehi) anu disundakeun deui kana basa ayeuna ku Drs. Saleh Danasasmita 1985. Ari aksarana ngagunakeun aksara “Ratu Pakuan”, lain Cacarakan. Basana Basa Sunda Buhun.</p></blockquote>
<p>Dina naskah Kuna ieu teh aya palanggeran, tuduh laku tatakrama pikeun jadi pamingpin di masarakat jaman harita. Sanajan kitu eta palanggeran teh tetep gede gunana pikeun jadi palanggeran pamingpin Sunda jaman ayeuna. Eta palanggeran teh disebut PARIGEUING.<span id="more-83"></span></p>
<p><strong>A. PARIGEUING</strong></p>
<p>Dina Basa Sunda jaman abad ka 15/16 masehi, disebutkeun yen Parigeuing teh nya eta : “Parigeuing mah ngaranna : bisa nitah bisa miwarang, ja sabda arum wawangi, nya mana hanteu surah nu dipiwarang”. Upama ku basa Sunda jaman ayeuna mah hartina : “Nu disebut Parigeuing teh nyaeta bisa marentah bisa miwarang ku caritaan nu pikagenaheun tepi ka teu matak jengkel nu diparentahna”.</p>
<p><strong>B. DASA PASANTA</strong></p>
<p>Pikeun bisa ngalaksanakeun Parigeuing teh carana kudu bisa ngalaksanakeun heula Dasa Pasanta (hartina Sapuluh Panengtrem Hate). Maksudna kumaha carana pikeun nengtremkeun hate jelema nu diparentah supaya dina digawena teh iklas tur sumangetna ngagedur.</p>
<p>Ari panengtrem hate anu sapuluh rupa teh nyaeta:</p>
<ol>
<li>Guna. Tegesna jelema nu diparentah teh kudu ngarti-eun naon gunana tina nu diparentahkeun teh.</li>
<li>Ramah. Parentah kudu ditepikeun kalawan wajar jeung sareh, ramah tamah, amis budi. Bakal ngarasaeun dihargaan sabage manusa nu boga ajen pribadina.</li>
<li>Hook. Hookeun (B.Ind: kagum). Parentah karasana saperti gambaran hookeunana (kekaguman) kana kabisana (kamampuh) nu diparentahna.</li>
<li>Pesok. Hartina kapikat hatena (reueus). Jadi parentah kudu ditepikeun ku cara nu matak kapikat hate, nu nimbulkeun rasa reueus dina dirina.</li>
<li>Asih. Nyaeta rasa nyaah. Tepi ka karasaeun yen dirina teh lir ibarat babagian tina diri nu marentahna. Jadi milu tanggungjawabna teh bari gembleng hate.</li>
<li>Karunia/Karunya. Tegesna parentah karasaeunana saperti rasa kanyaah (karunya) jeung oge mangrupa kurnia kapercayaan kana kamampuh dirina.</li>
<li>Mukpruk. Tegesna kudu bisa ngalelemu. Tepi ka ngarasa yen digawe teh lain kapaksa, tapi geus jadi tugasna.</li>
<li>Ngulas. Ayeuna dina Basa Indonesia disebut mengulas. Tegesna kudu bisa mere komentar (ulasan) kana pagawean bawahan ku cara nu surti tur lantip.</li>
<li>Nyecep. Tegesna bisa niiskeun pikir nu diparentah, supaya genaheun pikirna. Boh ku lisan komo bari aya lar barangberena mah.</li>
<li>Ngala angen. Nyaeta bisa narik simpati bawahan. Carana ku ngantengkeun silaturahmi nu wajar. Bakalna timbul rasa satia (loyal) ka pamingpinna.</li>
</ol>
<p><strong>C. PANGIMBUHNING TWAH</strong></p>
<p>Jaba ti Parigeung jeung Dasa Pasanta teh, dina naskah eta keneh aya nu disebut Pangimbuhning Twah, nyaeta pituduh tatakrama hirup kumbuh sapopoe, sangkan manusa hirupna teh boga pamor (B.Ind: bertuah). Upama disundakeun ayeuna mah hartina teh Pangjangkep Pikeun Boga Pamor.</p>
<p>Aya 12 pangjangkep tatakrama nu kudu dicumponan ku unggal jelema teh nyaeta:</p>
<ol>
<li> Emet. Tegesna digunakeun saeutik-saeutik (saemet-emet) supaya kapakena. Hartina henteu konsumtif.</li>
<li>Imeut. Tegesna taliti euweuh nu kaliwat (B.Ind: cermat).</li>
<li>Rajeun. Saharti jeung rajin. Bisa ngamangpaatkeun waktu.</li>
<li>Leukeun. Saharti jeung junun, suhud (B. Ind : tekun). Bakalna teh tepi ka nu dimaksud jeung loba hasilna.</li>
<li>Pakapradana. Bisa dihartikeun sonagar, wanter. Bisa oge dihartikeun pantes barangpakena.</li>
<li>Morogol-rogol. Hartina boga karep pikeun maju, gede sumanget, henteu elehan. Ulah soteh murugul, nyaeta sipat jelema nu hayang meunang sorangan.</li>
<li>Purusa ning Sa. Hartina boga jiwa pahlawan. Wani nangtung panghareupna dina aya kasulitan. Tara nyalahkeun batur. Gede rasa tulung tinulungna.</li>
<li>Widagda. Tegesna wijaksana. Pikiran jeung rasana (rasio katut rasana) bakal saimbang. Mikirna bisa cekas tur adil.</li>
<li>Gapitan. Hartina wani bakorban pikeun kayakinan dirina.</li>
<li>Karawaleya. Tegesna balabah (B.Ind: dermawan), resep tulung tinulungan.</li>
<li>Cangcingan. Ayeuna sok disebut cingceung, tangginas (B.Ind : gesit).</li>
<li>Langsitan. Bisa dihartikeun rapekan, terampil, binangkit, binekas. Ceuk basa ayeuna mah loba niley pleusna.</li>
</ol>
<p>Tapi aya 4 pasipatan (tatakrama nu teu hade, anu non etis), nu dipahing ku para luluhur Urang Sunda, diebutna PAHARAMAN nyaeta:</p>
<ol>
<li>Pundungan. Ayeuna oge istilah pundungan dipiwanoh keneh. Moal boga sobat. Hirupna moal maju.</li>
<li>Babarian. Ayeuna mah sok disebut gampang kasigeung (B.Ind: mudah tersinggung). Moal boga sobat. Hese maju. Hese meunang pitulung.</li>
<li>Humandeuar. Aieu teh kaasup pasipatan nu kacida gorengna. Tanda hengker jiwana. Teu mampuh nyanghareupan kasulitan.</li>
<li>Kukulutus. Ieu mah pasipatan anu panggoreng-gorengna, kitu ceuk karuhun baheula. Hirup bakal munapek. Beungeut nyanghareup ati mungkir, bengkok sembah ngijing sila. Digawena puraga tamba kadengda. Kasatianana saeutik pisan. Bisa ngahianat ka dunungan atawa ka babaturan.</li>
</ol>
<p><em>Dicatut ti <a href="http://www.sundanet.com/">sundanet.com</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=83&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/04/13/parigeuing-gaya-kapamimpinan-leadership-prabu-siliwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taudz Pakarang Manusa</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/04/11/taudz-pakarang-manusa/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/04/11/taudz-pakarang-manusa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 15:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[Diajar nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Manusa]]></category>
		<category><![CDATA[ngaji ku basa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Pepeling]]></category>
		<category><![CDATA[Taudz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Ku : Ust.Djono Abdulrrahman Nu disebat kalimah taudz teh nya eta kalimah anu diparentahkeun ku Allah SWT sangkan diaos ku sing saha anu bade ngaos Al Qur&#8217;an, sanaos mung saayat. Eta parentah kaunggel dina surat An Nahl ayat 98 : Fasidzaa qoro&#8217;tal qur&#8217;aana fasta&#8217;idz billai minasysyaithoonirojiim. Hartosna dimana anjeun rek maca Qur&#8217;an, mangka anjeun kudu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=79&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ku : Ust.Djono Abdulrrahman</strong><br />
Nu disebat kalimah taudz teh nya eta kalimah anu diparentahkeun ku Allah SWT sangkan diaos ku sing saha anu bade ngaos Al Qur&#8217;an, sanaos mung saayat. Eta parentah kaunggel dina surat An Nahl ayat 98 : Fasidzaa qoro&#8217;tal qur&#8217;aana fasta&#8217;idz billai minasysyaithoonirojiim. Hartosna dimana anjeun rek maca Qur&#8217;an, mangka anjeun kudu nyuhunkeun panyalindungan ka ALLOH tina panggoda syetan nu dilaknat (dipecat tina rokhmat). Kalimah Taudz the aya dua rupi; Kalimah anu ka hiji , numutkeun hadits riwayat Imam Ahmad sareng Imam Turmudzi, diriwayatkeun ku Imam Abu Daud sareng Imam Nasya&#8217;I nu pihartoseunanana : Katampi ti sahabat Abu Syaid al Hudri , ti Kangjeng Nabi Muhammad SAW saestuna anjeun (kj Nabi) sapertos biasa dina sholat sok ngaos doa Iftitah, lajeng Auuzdu billahi sami&#8217;il allimi minassysyaithoo nirrojimi min hamdziyi wa nafhihi wa nafsihi, &#8220;abdi sumalindung ka gusti Allah nu maha nyandangan, maha uninga tina gogoda syetan nu la&#8217;nat (dipecat tina rokhmat), tina fitnahna, tina kagumedeanana sareng tina kakuatan sihirna.&#8221;</p>
<p>Kalimah taudz nu kadua nyaeta kalimah sakumaha anus ok diaos ku urang sadayana. Kateranganana numutkeun hadits anu diriwayatkeun ku Imam Mundzir, pihartoseunana : Imam Ibnu Mundzir parantos nyarios : aya katerangan ti kangjeng Nabi Saws dina sateuacana ngaos Al qur&#8217;an sok ngaosheula Auuzdu billahi minasyaitoonirrijim, abdi nyalindung ka Gusti Allah tina panggoda syetan nu dila&#8217;at (dipecat tina rohmat). Tina kalimah taudz nu dua rupi tadi, numutkeun pamendak Imam Syafi&#8217;I sareng Imam Abu Hanif, nu pangutamana nyaeta taudz anu kadua, margi luu sareng pidawuh Allah dina surat An Nahl ayat 98 tea. Namung numutkeun Imam Ahmad Idnu Hambali, kalimah taudz nu utami nyaeta kalimah nu ha hiji , margi supados ngempelkeun nu kaunggel dina surat An Nahl ayat 98 sareng surat Al Araaf ayat 200 , oge ku ayana hadist nu katampi ti Abi Syaid Al Hudri tea. Kanggo urang sadayana, dina leresan mayunan kalimah taudz nu dua rupi, duanana oge tiasa dianggo , boh bade nghaos Al Qur&#8217;an atanapi dina lebet sholat , margi duanana dicontoan ku kangjeng Nabi Saw.<span id="more-79"></span></p>
<p><strong>Hukum Ngaos Taudz</strong></p>
<p>Dina nangtoskeun hukum ngaos taudz, pamadegan para ulama henteu sami. Numutkeun Imam Hasan Basri, Imam Atha Ibnu Abirobah sareng Syeh Ibrahim ; netepkeun yen ngaos taudz teh hukumna WAJIB dina unggal ngaos Al Qur&#8217;an atanapi dina sholat (sabada do&#8217;a iftitah) Nu janten dasarna, pidawuh Allah dina surat An Nahl eta parentah wajib, bade ngaos Qur&#8217;a, atanapi sholat. Namung upami numutkeun jumhur ulama, maos taudz teh hukumna sunnat, dina sholat oge sunatna mung sakali nyaeta dina rakaat ka hiji. Nu janten dasarna, hadits nabi nu diriwayatkeun ku Imam Bukhori, nu hartosna ; katampi ti Abu Huraerah r.a waktos kangjeng Nabi lebet ka masjid, jol hiji pameget nuturkeun. Eta pameget teh sholat. Sarengsena teras ngadeuheus ka Kangjeng Nabi ngahaturkeun salam. Salamna ku Kangjeng Nabi diwaler, teras ngadawuh : Anjeun kudu sholat deui, kumargi saestuna anjeun acan sholat. Teras eta pameget the sholat deui. Sarengsena sholat teras ngadeuheus deui. Ku Kangjeng Nabi dipiwarang sholat deui. Kitu jeung kitu dugi ka tilu kali. Rengse sholat ka tilu kalina teras ngadeuheus bari nyarios; Ya Rasullulah, demi dzat anu parantos ngutus ka anjeun kalayan agama nu haq, sim abdi teu tiasa sholat ti anu parantos dipidamel bieu, kumargi kitu mugi salira rido galih keresa ngajar sim abdi, naha kedah kumaha atuh sholat nu leres teh ? Kangjeng Nabi ngadawuh : dimana anjeun bade ngadeg sholat, anjeun kedah takbir, teras aos naon bae anu apal tina Qur,an (maksadna Al fatihah), teras anjeun kedah ruku dugi ka tumaninah dina ruku. Teras cengkat dugi ka ajeg ngadeg, teras sujud dugi ka tumaninah dina sujud, teras cengkat dugi ka tumaninah dina ajeg, teras sujud deui dugi ka tumaninah dina sujud, teras calik dugi ka tumaninah dina calik. Tah naon -naon anu ku kami diajarkeun ka anjeun, anggo dina unggal sholat saterasna. Dina naon-naon anu diparentah ku Kangjeng Nabi ka eta pameget, sadayana mung wungkul anu wajib dilaksanakeun dina sholat, TAUDZ mah teu kasebat-sebat. Eta margina para ulama jumhur netepkeun taudz teh hukumna sunat.</p>
<p><strong>Mangfaat Ngaos Taudz</strong></p>
<p>Kanggo urang, taudz teh teu kinten ageung mangfaatna, sae pisan upami urang sering ngaos taudz dina hirup sadidinten. Margi gusti Allah SWT ngajarkeun taudz ka urang sadayana, teu aya sanes maparin benteng panggoda syetan, nu dina hirup sariring dumadi sarengkak paripolah teras-terasan ngagoda bade nyasarkeun sangkan urang mengpar tina jalan lempeng nu dipirido ku Allaoh Swt. Buktos anu teu tiasa ditolak, kumaha nyasarkeunana syetan ka manusa Kangjeng Nabi Adam a.s sareng Siti Hawa r a dilungsurkeun ti surga ka dunya, cukang lantaranana akibat kagoda sareng nurut kana panggoda syetan.</p>
<p>Upami Kangjeng Nabi Adam As sareng Siti Hawa r a tiasa kagoda ku syeta, atuh urang mah kantenan bakal kagodana teh jelas pisan , upami teu iatna, taliti ati-ati tur taki-taki dina nebihan tur merangan pangajak syetan. Syetan (iblis) geus sumpah di payuneun Allah SWT yen manehna rek ngagoda/nyasarkeun ka manusa di alam dunya sakumaha anu kaunggel dina Al Qur&#8217;an (tingali serat Al Hijr : 39-40) anu pihartoseunana : Iblis/syetan ngomong kieu ka Gusti Allah : Abdi sumpah rek mapaesan kajahatan maranehna (manusa) supaya maranehna boga rasa alus-asa bener, asa reueus-dina milampah kajahatan di bumi. Sareng abdi rek satekah polah nyasarkeun maranehanana , anging abdi-abdi Gusti nu ariklas.</p>
<p>Ku ayana sumpah syetan, Gusti Alloh ngersakeun kalayan karunia-Na, manusa diwuruk kalimah taudz. Upami kalimah taudz diaos kalawan hate nu khusu, khudu sareng tawadhu kantenan upami disarengan kaiklasan, satemenna syetan bakal kabur ngajauhan , margi syetan moal mampuheun ngagoda jalmi nu leres-leres ikhlas dina ibadahna. Kanggo jalmi nu hoyong kengeng pangraksa Allah tina kajahatan syetan, sartas disalametkeun tur dipaparin kabagjaan, teu kinten peryogina mibanda hate nu ikhlas. Dina leresan ieu, Imam Gozali ngadawuh &#8221; Saleresna ari manusa teh sadayana bakal cilaka, kajabi nu gaduh elmu. Nu gaduh elmu oge bakal cilaka, kajabi ngamalkeun elmuna. Nu ngamalkeun elmu oge bakal cilaka kajabi nu ngamalkeunana bari ikhlas.&#8221;</p>
<p><strong>Naon Ari Syetan</strong></p>
<p>Syetan teh ngagoda ka manusa teu kinten rongkahna, ti payuneun, ti penngker, ti gedengeun, ti luhureun, ti handapeun (tingali Serat Al Araaf 16,17) sareng teu pilih bulu : di kiyai ngahiji, ka ajengan datang, ka pajabat nu pangkat, tara kaliwat, ka masarakat sumawonna. Di ibu-ibu matuh, di bapa-bapa tara pisah. Nu pangsesahna kanggo manusa, eta ku teu apal, sesah nyirikeunana, nu kumaha sareng naon ari syetan teh ? Gusti Alloh parantos ngadawuh dina Al Qur&#8217;an (tingal serat Al An&#8217;nam 112) pihartoseunana &#8221; &#8230;&#8230; sarta pikeun saban-saban Nabi kami nyadiakeun pimusuheunana, nyaeta syetan ti antara manusa jeung jin,&#8230;..(sareng saterasna). Kapendak deui dina surat An Naas ayat 5,6; &#8220;Alladzi yuwaswisu fii suduu rinnaas, minal jinnati wannas&#8221; Nyaeta anusok ngawas-waskeun hate manusa ti golongan jin jeung manusa. Kagumedean/kasombongan syetan/iblis (nu sok seseleket jeung meuting dina hate manusa) kapendak dina surat Al Kahfi ayat 50 : wa idzqul na lil malaaikattisjudu li adama fasajaduu illa iblis,kana minal jinni fafasaqo an amri sabbihi, hartosna : &#8220;jeung basa kami (Allah) marentah para malaikat kudu sujud, kajaba iblis nyaeta ti golongan jin nu fasek, nu mungpang kana parentah Pangeran&#8221; upami kitu nu disebat syetan teh isim, tegesna nami,tina sarupaning jin sareng manusa (nu takabur, reksak ahlak budiparangina, teu nurut kana parentah Pangeran) janten kacindekanana syetan teh tiasa dua rupi : nu jolna ti bangsa jin &#8211; ngarobeda hate manusa, ngagerenteskeun ati kana hal anu awon nu papalingpang tina aturan agama ; nu jolna ti bangsa manusa nu laku lampahna tebih tina papagon agama, hartosna tos dikawasa ku syetan, teras ngajak kanu sanes sangkan milampah jahat. Mangka eta manusa teh tos sanes dirina deui, tapi syetan nu malih warni mindarupa janten manusa.</p>
<p>Dina kahirupan rumahtangga syetan napel ka istri, ngaropea hatena nepi ka si istri panasbaran, ngarenghik ka caroge hoyong itu hoyong ieu. Pedah tatanggana mah sagala kabedag. Inyana henteu sadar tumarima kana rejeki nu aya. Blus syetan asup kana hate carogena, ngagugu kahoyong istri ngalangkungan jalan enteng, kapaksa korupsi, nipu , maling. Ku pangrobeda syetan kana hate manusa , teu sakedik nu munjung ka gunung muja ka sagara, bakat micinta harta banda , dugi ka rido ngical iman. Atuh rejekina teh teuaya nu halal, malah teu subhat-subhat acan.</p>
<p><strong>Akibat Panggoda Syetan</strong></p>
<p>Gogoda syetan nu hasilna mucekil utamina dina urusan kadunyaan (harta, tahta/pangkat/jabatan, wanita). Dugi ka wantun milampah kamusrikan demi dunya, padahal musyrik teh dosa anu moal dihampura. Jentre pisan dina Al Qur&#8217;an Allah SWT ngadawuh; Innallooha laa yaghfiru ayyusyroka bihii wayaghfiri maaduuna dzaalika limayyasyaa. Pihartoseunana : saestuna gusti Allah moal ngahampura kana dosana jalmi nu musyrik, tapi Allah bakal ngahampura kana dosa-dosa salian ti musyrik, kalayan sakersana.</p>
<p>Ieu hal sanes hartosna manusa teh teu kenging dudunya, teu kenging beunghar, tapi usahana kedah ngalangkungan jalan nu dipiridho ku Allah SWT. Pajabat nu nyepeng kakawasaan tur wantun &#8220;ngomersilkeun &#8221; jabatanana, hatena tos dikawasa ku syetan. Satemenna jalmi nu milampah dosana teh sering bari tara neda dihapunten ka Allah , hartosna hatena ngagebleg hideung, ahirna hatena teuas. Jalma nu teuas hatena teu kinten dibenduan ku Alloh SWT. Margi jalmi nu teuas hate tara narima kana nasehat, tara nampi panggeuing estu noyod sakarep isun. Pidawuh rosul dina kitab Nasihul Ibadz; naha aranjeun hayang dituduhkeun ku kami panyakit dina diri anjeun jeung piubareunana? Panyakit dina diri anjeun teh dosa, piubareunana istigfar.</p>
<p>Kanggo jalmi nu nurut kana pangajak syetan hartosna jadi abdi syetan, ibadah ka syetan, Gusti Allah bakal misahkeun maranehna ti jalma mu&#8217;min ahli kahadean.</p>
<p>Pidawuh Alloh dina Al Qur&#8217;an (tingali serat Yasin ayat 59 dugi ka 65) hartosna : &#8221; Hey jalma-jalma nu tukang nyieun kajahatan di dunya, poe ieu aranjeun kudu misah ti jalma-jalma mumin ahli kahadean. Apan kami geus marentah ka araranjeun he Bani adam. Supaya aranjeun ulah nyembah jeung ibadah ka syetan, ulah nurut ka syetan, sabab sabenerna syetan the musuh aranjeun nu tetela. Saenya-enyana syetan geus nyasarkeun sabagian gede ti aranjeun. Naha aranjeun henteu anggunakan akal ? Tah ieu jahanam nu beheula ku kami diancamkeun kaaranjeun, mangka ayeuna sok geura arasup kana jahanam. Sabab waktu di dunya aranjeun ingkar ti kami. Dina poe iru kami nutup kana lisan-lisan maranehna,nyaeta jalma-jalma kalafir nu milampah jahat. Sarta dina poe ieu suku jeung leungeun maranehna ngaromong ka kami tur mere kasaksian tina nu dipilampah maranehna di dunya.&#8221;</p>
<p>Ku kituna sateuacanna panangan/sampean urang laporan ka nu maha suci ngeunaan lampah urang nu doraka, meungpeung aya keneh kasempetan, meungpeung lawang tobat muka keneh, kedah ayeuna urang milampah kasaean mungguh Allah. Allah ngadawuh (tingali serat Yasin ayat 55 dugi ka 58) : &#8221; Saenya-enyana pangeusi sawarga dina poe eta maranehna estuning senang-senang jeung bojo-bojona, di tempatkeun dina tempat nu pinuh ku kani&#8217;matan, pinuh ku bungbuahan nu nari&#8217;mat. Ahli sawarga dina eta poe ditedunan sakur kahayangna. Mangka Allah ngadawuh ka ahli sawarga : SALAM.</p>
<p>Mangrupi kasaean, tumut kana sagala parentahNa, nyonto ka Rosul ku cara ngalaksanakeun sunah-sunahna.</p>
<p>Kacindekan</p>
<p>Taudz mangrupi kalimah paparin Allah SWT nu dijatenkeun benteng jiwaraga manusa tina pangrobeda syetan. Supados henteu tigebrus kana jungkrang kahinaan. Upami taudz tos ngalemah sumerep kana ati sanubari, mangka kagumedean iblis nu dipatrikeun kana sagala parentah ti Allah SWT ku cara nyepeng deleg kana papagon agama. Moal dugi ka kajantenan ayat -ayat Al Qur&#8217;an dipilihan mung nu enteng sareng nguntungkeun dirina wungkul. Estuning rido dirina hirup diatur ku Allah, teu ngabangkang sapertos iblis nu takabur. Margi sadar kana pidawuh Rosul nu hartosna : &#8221; moal asup sawarga jalma nu dina hatena aya sakeprul rasa takabur, atanapi (mung paripaos) sagede siki sasawi.***</p>
<p><em>dicatut ti <a href="http://www.salaka.net/news/180/48/Taudz-Pakarang-Manusa">salaka.net</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=79&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/04/11/taudz-pakarang-manusa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beusi Ayat Gusti</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/01/09/beusi-ayat-gusti/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/01/09/beusi-ayat-gusti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 05:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat-ayat Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Ku Irfan Anshory “Jeung Kami lungsurkeun beusi, dina éta téh aya kakuatan rongkah jeung rupa-rupa mangpaat pikeun manusa.” (Al-Qur’an, Surah Al-Hadid 25) AYEUNA urang nyawala ngeunaan logam. Duka naon kecap asli Sunda atawa Malayu pikeun nyebutkeun logam téh, boa-boa teu aya, da kecap “logam” mah dicandak ku karuhun urang tina basa Arab, lugham, nu kecap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=74&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ku <strong>Irfan Anshory</strong></p>
<p><em>“Jeung Kami lungsurkeun beusi, dina éta téh aya kakuatan rongkah jeung rupa-rupa mangpaat pikeun manusa.”</em><br />
(Al-Qur’an, Surah Al-Hadid 25)</p>
<p>AYEUNA urang nyawala ngeunaan logam. Duka naon kecap asli Sunda atawa Malayu pikeun nyebutkeun logam téh, boa-boa teu aya, da kecap “logam” mah dicandak ku karuhun urang tina basa Arab, lugham, nu kecap dasarna, laghama (“ngali”), sabab sakabéh logam téh meunang ngali tina jero bumi. Tah, aya hiji Surah dina Al-Qur’an nu nganggo nami logam, nyaéta Surah Al-Hadid, hartina “beusi”. Nu matak luyu pisan masigit dina kompléks Krakatau Steel di Cilegon (Banten) dingaranan Masjid Al-Hadid.<span id="more-74"></span></p>
<p>Dina Surah Al-Hadid ayat 25, Allah ngadawuh: <em>wa anzalnaa l-hadiid</em>. Sanajan kecap anzal téh hartina “ngalungsurkeun”, réréana jurutapsir Al-Qur’an rada hésé narjamahkeun anzal dina ieu ayat. Ari margina, nu seueur disebatkan ku Gusti nganggo kecap anzal mah biasana “cai” (<em>anzalnaa l-maa’</em>) atanapi “kitab” (<em>anzalnaa l-kitaab</em>). Tah, ayeuna beusi. Lamun ditarjamahkeun “Jeung Kami lungsurkeun beusi”, kumaha nétélakeunana beusi lungsur téh. Asa tacan mendak aya beusi ragrag ti luhur. Apan beusi téh hasil kokoréh manusa tina jero taneuh.</p>
<p>Abdullah Yusuf Ali, dina tapsirna The Holy Qur’an, narjamahkeunana “<strong>And We sent down iron</strong>”, bari aya catetan suku: <strong>sent down, in the sense of revealed to man the use of certain things. </strong>Jadi, ceuk Yusuf Ali, nu dilungsurkeun téh lain beusina tapi kagunaanana. Ari tarjamahan Qur’an ti Departemén Agama Républik Indonésia unina kieu: “<strong>Dan Kami ciptakan besi</strong>”. Teu wani narjamahkeun jeung kalimah nu bener: “D<strong>an Kami turunkan besi</strong>”.</p>
<p>Dawuhan Allah ngeunaan beusi nu diwahyukeun dina abad ka-7 kakara kaguar hartina ku para élmuwan dina abad ka-20! Kakara ayeuna para élmuwan nyaraho yén beusi di bumi horéng mémang lungsur ti langit, sabab beusi téh diyugakeunana baheula dina béntang-béntang ngalangkungan prosés nukléosintésis. Basa éta béntang-béntang paéh (carem) ku sabab geus béak bahan bakar hidrogén, éta beusi (tur unsur-unsur nu séjén) diawurkeun ka rohang angkasa.</p>
<p><a href="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/01/lg-irfan-beusi-01.jpg"><img src="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/01/lg-irfan-beusi-01.jpg?w=570" alt="" title="lg-irfan-beusi-01"   class="alignleft size-full wp-image-75" /></a>Tatasurya urang, kaasup planét Bumi, diwangun tina awan gas tur partikel lebu sésa-sésa béntang nu jadi raket ku sabab rotasi. Unsur panglobana nu ngeusi ieu bumi nyaéta beusi nu lungsur ti langit! Nu mawi disebatkeun husus ku Gusti Anu Maha Suci. Bumi urang nu beuratna 6 x 1021 ton kawangun ku 35% beusi (Fe), 26% oksigén (O), 13% silikon (Si), 10% magnésieum (Mg), 4% nikel (Ni), tur sésana unsur-unsur nu séjén.</p>
<p>Bumi urang boga raramo (radius; jari-jari) 6378 km. Lapisan pangluhurna nyaéta “kulit bumi” (earth’s crust) nu ipis, jerona ukur 25-90 km di wewengkon daratan tur 6-11 km di wewengkon sagara. Ari di lapisan kulit bumi mah beusi (Fe) téh ngan nomer opat panglobana sabada oksigén (O), silikon (Si) jeung aluminieum (Al). Handapeun kulit bumi aya lapisan “simbut bumi” (earth’s mantle), tuluy panghandapna aya lapisan “puseur bumi” (earth’s core) nu raramona 3470 km. Tah, puseur bumi téh kawangun ku 90% beusi (Fe), sésana nikel (Ni) tur walirang (S).</p>
<p>Naon fungsina beusi di puseur bumi? Hal ieu ditétélakeun ku Gusti dina kalimah salajengna, Al-Hadid 25 kénéh: <em>fiihi ba’sun syadiid</em> (“dina éta téh aya kakuatan rongkah”). Beusi di puseur bumi téh nimbulkeun kakuatan rongkah mangrupa médan magnét jeung kenyangan gravitasi. Apan urang nyaksian kumaha “satia”na jarum magnét nunjuk ka kalér jeung ka kidul, teu bisa dipungkal-péngkolkeun. Ku sabab kenyangan gravitasi nu pas pisan gedéna, nyaéta 9,78 m/s2 dina beungeut bumi, urang bisa leumpang kalawan salsé. Kacipta lamun kadar beusi di puseur bumi saeutik, manusa lulumpatan jiga bangkong!</p>
<p>Kalimah salajengna dina Al-Hadid 25: <em>wa manaafi`u li n-naas </em>(“jeung rupa-rupa mangpaat pikeun manusa”). Mangpaat nu kudu disebutkeun pangheulana nyaéta beusi téh salah sahiji unsur nu ngawangun hémoglobin, protéin dina getih nu fungsina nyimpai oksigén nu diseuseup ku urang tina wiati (atmosfér). Basa oksigén asup ka bayah urang, éta oksigén geuwat ditéwak ku beusi nu aya dina hémoglobin, tuluy diwalatrakeun ku getih ka sakabéh sél-sél dina waruga urang pikeun métabolismeu. Tétéla pisan, geuningan ku sabab beusi urang ditangtayungan terus hirup ku Gusti téh!</p>
<p>Lamun dina waruga ion beusi (Fe2+) ukur saeutik, tangtu baé saeutik ogé hémoglobin nu nyampak dina getih, atuh transpor oksigén dina waruga bakal kaganggu. Ieu nu ngaranna iron-deficiency anemia atawa panyawat “kurang darah” téa. Nu matak urang kudu sering ngadahar daun sampeu atawa bayem nu beunghar kana ion beusi.</p>
<p>Mangpaat beusi dina kahirupan balaréa geus dipikamafhum ku urang. Beusi téh logam nu pangpunjulna dina sajarah umat manusa, wangkid ti jaman peradaban Mésopotamia purba tepi ka jaman modéren. Taya logam séjén nu jumlah pamakéanana ngaleuwihan beusi. Komo dina abad sains jeung téknologi ayeuna, beusi téh bahan pikeun gedong (sakumaha luhurna gé), jambatan, kandaraan, pakarang, alat tatanén, pipa saluran cai, tur sagala rupa jinis mesin. Nu matak jumlah total produksi beusi di sakuliah dunya dina sataunna leuwih ti hiji miliar ton!</p>
<p>Aya deui nu jadi matak panasaran lamun teu dibéjakeun di dieu. Nalika Surah-Surah dina Al-Qur’an disusun ku Kangjeng Nabi Muhammad SAW, Malaékat Jibril miwarang Jungjunan urang supados anjeunna nempatkeun Surah Al-Hadid pas mangrupa Surah tengah-tengah, nyaéta Surah ka-57 tina 114 Surah!</p>
<p>Kakara ayeuna para élmuwan terangeun yen beusi téh mémang unsur tengah-tengah geuningan. Sakumaha geus dibahas di luhur, bagian tengah (puseur) bumi urang diwangun ku beusi. Tuluy basa unsur-unsur kimia disusun dina sistim periodik, beusi téh ayana di baris tengah (periodeu kaopat tina tujuh periodeu). Dina réngréngan unsur-unsur transisi periodeu kaopat gé, horéng beusi nganjrek di tengah-tengah.</p>
<p>Tuluy, lamun urang ngitung kecap “Allah” ti ayat munggaran Surah Al-Hadid tepi ka ayat 25 (nu aya kecap “hadid”), horéng kecap “Allah” téh muncul 26 kali, luyu pisan jeung nomer atom beusi (jumlah proton dina inti atom beusi). Subhanallah! Paingan Allah ngadawuh: “Saéstuna nu sieun ka Allah ti antara abdi-abdiNa ngan jalma-jalma nu baroga élmu.” (Surah Fathir 28).</p>
<p>Tah, sadaya data jeung fakta dina ieu artikel téh salah sahiji bukti yén ayat-ayat Kauni luyu pisan sareng ayat-ayat Qur’ani. Boh ayat Kauni boh Qur’ani duanana mangrupa aturan ti Gusti Nu Murbéng Alam. Leres pisan dawuhan Allah: “<strong>Rék Kami témbongkeun ka maranéhna ayat-ayat Kami di sakuliah jagat jeung dina diri maranéhna sorangan, nepi ka tétéla pikeun maranéhna yén éta Qur’an téh leres (haqq)</strong>.” (Surah Fushshilat 53).***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=74&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2010/01/09/beusi-ayat-gusti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kopralcepot.files.wordpress.com/2010/01/lg-irfan-beusi-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lg-irfan-beusi-01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abah Sastra Kababayan</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/17/abah-sastra-kababayan/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/17/abah-sastra-kababayan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 04:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bobodoran]]></category>
		<category><![CDATA[ha ha ha ha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Abah Sastra sabada damang kasawatna, awakna jagjag, Pacabakanana kana dagang hayam, Ngan hanjakal adatna rada barangasan, rada hampang panangan, sarta kamamana nyandak pakarang tajam, sabab ngarasa jalma gagah, saban-saban aya jalma natap kana matana, bah sastra gantawang ngabalakbak sarta narajang. Malah basa aya bangsat ngagasab hayamna katangkap, abah sastra narajang kana mastakana bangsat, bah Sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=71&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abah Sastra sabada damang kasawatna, awakna jagjag, Pacabakanana kana dagang hayam, Ngan hanjakal adatna rada barangasan, rada hampang panangan, sarta kamamana nyandak pakarang tajam, sabab ngarasa jalma gagah, saban-saban aya jalma natap kana matana, bah sastra gantawang ngabalakbak sarta narajang. Malah basa aya bangsat ngagasab hayamna katangkap, abah sastra narajang kana mastakana bangsat, bah Sastra ngahanca dadana nya blak bangsat nangkarak taya daya. <span id="more-71"></span></p>
<p>Ngan basa abah sastra dagang hayam ka pasar, aya parawan badag dadana badag pantatna. Abah Sastra asa taya daya nahan kapalay, gap panangan bah sastra nyagap pantat parawan. Parawan amarah : “<em>dasar bandar hayam bangkarwarah, sambarangan saja nyagap pantat saya, awas saya wakca ka bapa saya</em>”. Abah sastra kalah nyakakak, “<em>ha ha ha, jangankan bapana, abahna saya lawan</em>”.  </p>
<p>Nya parawan gagancangan datang ka bapana, sarta wakca <em>“bapa aya Bandar hayam ngarampa pantat saya”</em>. Nya bapana amarah, sarta maksad ngadatangan bah Sastra ka pasar. Kasampak abah sastra aya, ngaladangan hayam. <em>“bangsat saha jalmana yang nyampa pantat anak saya? Anda?” </em>Kata bapa parawan nanya ka bah sastra. “Ya saya. Anda saha?” Abah sastra gancang nyandak pakarang tajam sarta ngamang ngamang pakarang ka bapana parawan.  <em>&#8220;Bangsatttttttt, kalahka nangtang saya, saya kan alat nagara, tamtama, pantang kalah sama bandar hayam”</em>. </p>
<p>Gap bapana parawan kana laras panjang, sarta ngarahkan larasnya ka tarang Abah sastra.  Abah sastra ngadak ngadak ngarasa sawan, awakna karasa nahnay raga taya tangan pangawasa, tanaga na ngadadak saat, sabab ngarasa bahaya nyawana bakal ngalayang, nya bah sastra kapaksa angkat tangan, <em>“Maapkan saya pa, maap, saya ngarasa hanjakal dan ngarasa salah” </em>kata bah Sastra. </p>
<p>Malahan abah Sastra kahampangan sarta kababayan ngabarabay na calana lantaran sawan taya papadana. Gancang bapana parawan ngarawatan pakarang abah Sastra. Sarta ngagakgak <em>“ha ha ha, dasar jawara payah taya bayahan, masa sama laras panjang anak anak saja sawan panyangkana laras panjang nyaan, kalahka kahampangan sarta kababayan ha ha ha ha ha.</em> </p>
<p>Saya mah taya maksad nandasa anda bangsatttttt… saya hanya sakadar hayang ngawarah” …… &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><strong>Mangga nyanggakeun, wilujeng calawak! Asal jangan calawak sambarangan, bahaya&#8230; jangan-jangan ada cakkcak nyasab kana baham!</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=71&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/17/abah-sastra-kababayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Kasundaan</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/10/gerakan-kasundaan/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/10/gerakan-kasundaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 20:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ajip Rosidi]]></category>
		<category><![CDATA[Basa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Diajar nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Kasundaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/10/gerakan-kasundaan/</guid>
		<description><![CDATA[Ku Ajip Rosidi GEUS lila aya kateusugema di kalangan urang Sunda, ku sabab dina balantika nasional langka urang Sunda anu meunang kapercayaan pikeun nyangking kalungguhan penting. Éta kateusugema téh sok diupahan ku ngabobodo manéh, ngarasa dianaktérékeun, atawa nyalahkeun sipat urang Sunda anu cenah “sok ngaheulakeun batur”, “henteu karooh ku kalungguhan”, “daék éléh sungkan meunang”, jeung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=68&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ajip-rosidi.com/">Ku Ajip Rosidi</a></strong></p>
<p>GEUS lila aya kateusugema di kalangan urang Sunda, ku sabab dina balantika nasional langka urang Sunda anu meunang kapercayaan pikeun nyangking kalungguhan penting. Éta kateusugema téh sok diupahan ku ngabobodo manéh, ngarasa dianaktérékeun, atawa nyalahkeun sipat urang Sunda anu cenah “sok ngaheulakeun batur”, “henteu karooh ku kalungguhan”, “daék éléh sungkan meunang”, jeung sabangsana.<span id="more-68"></span></p>
<p>Dianak-térékeun – henteu mustahil. Tapi naon sababna merenahkeun diri jadi “anak” lain jadi “bapa” atawa “indung”? Sanajan tangtu baé, masih kudu dipaluruh sacara obyéktif naha enya aya anak téré jeung anak teges di lingkungan nagara Républik Indonésia. Naha timbulna rasa dianaktérékeun téh lain ngan ku lantaran mémang urang Sunda éléh dina persaingan nasional anu saenyana mah lumangsung sacara fair?</p>
<p>Lamun enya kitu, kateusugema ku nyalahkeun batur téh istuning kaliru. Sabab di alam démokrasi nu jadi dasar nagara Républik Indonésia, saenyana euweuh anak téré atawa anak teges, henteu aya bapa téré atawa indung téré, da kabeh sélér kalungguhanana sarua satata. Mémang kungsi aya mangsana urang Sunda ngarasa henteu sugema ku ayana kawijakan “ko” jeung “non” pamaréntah anu nyababkeun réa urang Sunda anu kapabel nyekel kalungguhan di pamaréntahan Jawa Barat digésér ku sabab dianggap “ko”, diganti ku nu henteu kapabel tapi anyar datang ti Yogya nu dianggap “non” – anu réréana urang Jawa. Kana ayana kawijakan pamaréntah anu maliding sanak, timbul gerakan kasundaan dina taun 1950-an nu puncakna ngayakeun Kongrés Pemuda Sunda.</p>
<p>Gerakan kasundaan harita babarengan jeung gerakan di daérah-daérah lianna anu pada-pada ngarasa henteu sugema ka pamaréntah Pusat anu didominasi ku urang Jawa anu beuki déngdék ka kénca ku sabab dina Pemilu munggaran (1955) di luar sangkaan sareréa, PKI jadi partéy kaopat nu unggul pemilu, nepi ka Presidén Sukarno keukeuh hayangeun ngawangun “kabinét kaki empat”. Tapi para formatur kabinét anu ditugaskeun ngawangun “kabinét kaki empat” téa teu aya nu sanggupeun. Kabinét nu disusun ku PM Ali Sastroamidjojo gagal nyanghareupan gerakan-gerakan daérah, nepi ka bubar. Presidén Sukarno ngaluarkeun “Konsépsi Presidén” (1957) nu intina dua hal: kahiji, ngawangun Kabinét Gotongroyong anu ngajak PKI asup jadi anggota kabinét jeung kadua ngawangun Déwan Nasional anu jadi panaséhat pamaréntah tur anggota-anggotana diwangun ku wakil-wakil golongan fungsional jeung wakil-wakil daérah, dipingpin ku Presidén ku anjeun. Presidén ku anjeun anu milihan anggotana. Sabada Kabinét Ali Sastroamidjojo bubar, Presidén Sukarno ngangkat warganegara Dr. Ir. Sukarno jadi formatur sarta ngagunakeun wewenang Panglima Tertinggi dina kaayaan perang (SOB) ngangkat jalma-jalma jadi anggota kabinét nu teu meunang nolak. Nu diangkat jadi Perdana Mentri kabinét nu dingaranan Kabinét Karya téh Ir. Djuanda Kartawidjaja, urang Sunda. Tugasna antarana nyanghareupan gerakan-gerakan daérah. Sukarno gé bisaeun nurutan Walanda ngalakukeun adu domba.</p>
<p>Para pamingpin gerakan daérah nu umumna para panglima di Sumatera jeung Sulawesi (jadi kabéh gé tentara) dina rapat di Sungai Daréh (Januari 1958) ngadongsok presidén sangkan ngabubarkeun Kabinét Karya anu diwangun sacara henteu sah da presidén diangkat jadi formatur mah ngalanggar UUDS 1950 (nu jadi UUD nu sah harita), bari ngusulkeun sangkan Bung Hatta jeung Sultan Hamengku Buwono IX asup kana kabinét. Tapi pangdongsokna anu ditungtungan ku ultimatum téh henteu diwaro, nya tuluy ngawangun “kabinét tandingan” PRRI. Akibatna Pamaréntah Pusat ngirimkeun pesawat AURI ngabom Painan. PRRI dianggap “pemberontakan”. PRRI henteu manggapulia nyanghareupan kakuatan militér Pamaréntah Pusat.</p>
<p>Kongrés Pemuda Sunda (KPS) diayakeun dina bulan Novémber 1956 ku para pamuda (béda jeung di daérah séjén, lain ku tentara) ngawangun Déwan Komando Pemuda Sunda (DKPS) anu tugasna ngalaksanakeun kaputusan-kaputusan KPS sacara hukum, antarana mangaruhan Konstituante nu anyar diistrénan sangkan ngarobah struktur nagara tina kesatuan jadi federasi. Tapi dina bulan Méi 1957, para anggota DKPS ditangkepan kalawan tuduhan rék ngarobah struktur nagara sacara illegal. Ditangkepanana waktu keur ngayakeun silaturahmi Lebaran nu dituduh ngayakeun rapat gelap. Dokumén Kaputusan KPS nu geus diumumkeun dina pérs jeung dikirimkeun ka lembaga-lembaga pamaréntah jeung masarakat, dianggap bukti yén rék ngarombak struktur nagara da dina kaputusan DKPS aya pameredih sangkan nagara kesatuan RI dirobah jadi federasi. Sabada méh opat taun ditahan tanpa prosés, para angota DKPS dikaluarkeun, da tuduhanana teu aya buktina.</p>
<p>Sabada para anggota DKPS ditarangkepan tur PRRI jeung Permésta dianggap pemberotakan, beunang disebut tara kadéngé aya gerakan kasundaan atawa gerakan daérah lianna. Dalah dina widang kasenian, kabudayaan jeung basa ogé henteu kadéngé kecétna. Tuduhan provinsialistis, séparatis, federalis jeung sabangsa jadi ririwa anu ngareunteutkeun haté jalma anu hayang ngayakeun kagiatan kadaérahan, kaasup ngayakeun kagiatan kasenian jeung kabudayaan.</p>
<p>Sabada Presidén Sukarno dirorod tina kalungguhanana ku gerakan nu disebut Angkatan 66, organisasi-organisasi kasundaan milu ramé nyokong Orde Baru nu dibobotohan ku Jéndral Suharto, bari ngapeskeun Orde Lama, nyaéta pamaréntahan anu dipingpin ku Presidén Sukarno. Basa pamaréntah Orde Baru ngadegkeun Golongan Karya (Golkar) pikeun nyanghareupan Pemilihan Umum 1971, organisasi-organisasi kasundaan cara Paguyuban Pasunda, Pasundan Istri jllna arasup sarta aktif di Golkar.</p>
<p>Dina ahir taun 1966 Sudam I Divisi Siliwangi ngadegkeun organisasi pamuda, Angkatan Muda Siliwangi (AMS), nu digunakeun pikeun nyokong pamaréntah Orde Baru dina numpes Orde Lama. Dina Pemilu taun 1971, AMS aktif nyokong Golkar sarta pamingpinna aya nu diarangkat jadi anggota parlemén boh di DPR boh di DPRD. Ku sabab tujuanana ogé ngunggulkeun “perjuangan” Orde Baru, atuh soal kasundaan mah tara jadi acara utama, ngan sakasampeurna baé.</p>
<p>Kakara sabada sadar yén sihoréng anu ngawakilan Tatar Sunda dina perjuangan Orde Baru téh réréana lain urang Sunda, tur urang Sundana ngarasa kadéséh da éléh visi jeung taktik, soal kasundaan muncul jadi isu di kalangan élit Sunda kaasup nu aya di Golkar. Kakara engeuh yén nu dariuk jadi wakil rahayat di DPRD Jawa Barat, geuning réréana lain urang Sunda.</p>
<p>Ti harita timbul deui sumanget kasundaan téh, komo sabada aya Undang-undang Otonomi Daérah mah. Sasatna méh unggal bulan aya organisasi kasundaan diadegkeun, ngan hanjakal réréana mah sabada ngayakeun salametan rongkah (“déklarasi”) dina waktu ngadegkeunana di hotél sigrong téh, tara aya kadéngé naon kagiatanana. Umumna oriéntasina ngan usaha sangkan milu kabagian proyék pamaréntah atawa sangkan urang Sunda jeneng nyekel kalungguhan di tingkat nasional atawa daérah, da dianggap lamun aya urang Sunda dijungjung lungguh jadi pejabat téh tanda kaunggulan ki Sunda. Sikep kitu téh pandangan kaom priyayi anu nganggap kalungguhan jadi ménak hiji préstasi. Alam pikiran kaum priyayi nu jiwana biasa teuing ulun-kumawula téh, masih gedé kénéh pangaruhna di kalangan para élit pamingpin Sunda nepi ka kiwari cara anu didémonstrasikeun ku ayana Tim Indepénden nu diwangun ku organisasi-organisasi “bercorak kasundaan” anu ngahaturkeun panuhun ka presidén sangkan maparin 20% tina jabatan penting nasional ka urang Sunda bari ngasongkeun 160 ngaran urang Sunda anu cenah piliheun presidén. Béh dieu ngasongkeun sapuluh ngaran anu dianggap merenah jadi menteri. Nu maak hélok, para anggota Tim Indepénden téh aya dina daftar 160 urang Sunda anu merenah jadi gegedén tingkat nasional jeung dina daftar 10 urang pimenterieun. Bubuhan geus aya ti dituna paribasa ngeupeul ngahuapan manéh.</p>
<p>Tujuan gerakan kasundaan kuduna lain kalungguhan, tapi usaha sangkan urang Sunda, pangpangna rahayat pépéték, meunang kasempetan sajembar-jembarna pikeun ngarépréséntasikeun diri jeung pribadina dina widangna masing-masing. Lamun urang niténan balantika nasional, karasa pisan kurangna urang Sunda méh dina sagala widang. Éléh ku urang Minang, Batak, jeung Bugis nu jumlahna jauh sahandapeun urang Sunda. Naha ku lantaran urang Sunda henteu miboga kamampuh? Tacan tangtu. Anu sidik, urang Sunda apan asor pisan kabisana da rata-rata urang Sunda sakolana ngan 7 taun, hartina henteu tamat SMP-SMP acan. Sabalikna urang Sunda nu mareunang atikan luhur, umumna pala putra ménak heubeul atawa ménak anyar anu mibanda méntalitas priyayi, anu ngarep-ngarep dijenengkeun ku nu dibendo. Da ceuk pikiranana hirup nu utama mah kudu nyekel kalungguhan di pamaréntahan, sanajan gawéna ngan ukur sembah kuriling atawa jadi pakacar.</p>
<p>Padahal urang Sunda kakara maju, lamun élmuna luhung dina sagala widang, wani tandang ngadu kamampuh parebut préstasi tina gawé nyata anu karasa mangpaatna ku balaréa. Tapi urang Sunda luhung élmuna lamun sakola téh lain ngan ngudag ijazah jeung gelar, tapi enyaan ngudag élmuna. Para kaom élit Sunda boga kawajiban pikeun ngusahakeun sangkan sakabéh urang Sunda bisa meunang atikan anu cukup nepi ka dina waktuna tarung dina médan kahirupan nasional, bisa unggul ku sabab parabotna samakta. Harkat jeung martabat urang Sunda moal unggah ngan ku baramaén ménta-ménta kalungguhan, tapi ngan lamun urang Sunda réa némbongkeun préstasi nu pikasérabeun dina sagala lapangan kahirupan di tingkat nasional.</p>
<p>Ngan pikeun nepi ka dinya, kudu aya parobahan méntalitas urang Sunda, tina méntalitas tukang baramaén jadi méntalitas jiwa anu mandiri. Nu gedé kapercayaan dirina, tur dirojong ku élmu jeung kamampuh dina metakeunana bari karasa mangpaatna ku balaréa.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=68&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/12/10/gerakan-kasundaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sifat jalma dumasar kana hitut na</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/18/sifat-jalma-dumasar-kana-hitut-na/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/18/sifat-jalma-dumasar-kana-hitut-na/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/18/sifat-jalma-dumasar-kana-hitut-na/</guid>
		<description><![CDATA[Jalma jujur Jalma nu daek ngaku mun geus hitut Jalma teu Jujur Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur Jalma belegug Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana Jalma nu berwawasan Jalma nu apal iraha kuduna hitut Jalma nu Misterius Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun Jalma nu sok gugup Jalma nu ujug-ujug nahan hitut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=66&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Jalma jujur</em><br />
Jalma nu daek ngaku mun geus hitut</p>
<p><em>Jalma teu Jujur</em><br />
Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur</p>
<p><em>Jalma belegug</em><br />
Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana</p>
<p><em>Jalma nu berwawasan</em><br />
Jalma nu apal iraha kuduna hitut</p>
<p><em>Jalma nu Misterius</em><br />
Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun</p>
<p><em>Jalma nu sok gugup</em><br />
Jalma nu ujug-ujug nahan hitut mun keur hitut<span id="more-66"></span></p>
<p><em>Jalma nu Percaya Diri</em><br />
Jalma nu yakin yen hitutna seungit</p>
<p><em>Jalma nu Sadis</em><br />
Jalma nu hitut bari dibekep ku leungeun tuluy dibekepkeun<br />
ka irung batur</p>
<p><em>Jalma nu Isinan</em><br />
Jalma nu hitutna teu disada tapi ngarasa isin sorangan</p>
<p><em>Jalma nu Strategic</em><br />
Lamun hitut sok bari seuri ngagak-gak meh nutupan sora hitutna</p>
<p><em>Jalma nu Bodo</em><br />
Lamun geus hitut tuluy narik napas keur ngagantian hitutna nu kaluar</p>
<p><em>Jalma nu Pedit</em><br />
Lamun hitut dikaluarkeun saeutik-saeutik nepi ka disada<br />
tit..tit..tit…</p>
<p><em>Jalma nu Sombong</em><br />
Jalma nu sok ngambeuan hitutna sorangan</p>
<p><em>Jalma nu ramah</em><br />
Jalma nu sok resep ngambeuan hitut batur</p>
<p><em>Jalma nu tara gaul</em><br />
Mun hitut sok bari nyumput</p>
<p><em>Jalma nu Sakti</em><br />
Mun hitut bari make tanaga dalem</p>
<p>Jalma nu pinter<br />
Jalma nu bisa nyirian hitut batur</p>
<p>Jalma nu sial<br />
Mun hitut kaluar jeung bukur-bukurna…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=66&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/18/sifat-jalma-dumasar-kana-hitut-na/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngaran Anak Sato</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/09/ngaran-anak-sato/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/09/ngaran-anak-sato/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sato]]></category>
		<category><![CDATA[Basa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Diajar nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaran Anak Sato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Anak anjing : kirik/kicik Anak bagong : begu Anak bandeng : nanar Anak banteng : bangkanang Anak bangbung : kuuk Anak bangkong : buruy Anak belut : kuntit Anak bogo : cingok Anak boncel : bayong Anak buhaya : bocokok Anak deleg : boncel Anak embe : ceme Anak gajah : menel Anak hayam : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=64&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak anjing : <em>kirik/kicik</em><br />
Anak bagong : <em>begu</em><br />
Anak bandeng : <em>nanar</em><br />
Anak banteng :<em> bangkanang</em><br />
Anak bangbung : <em>kuuk</em><br />
Anak bangkong : <em>buruy</em><br />
Anak belut : <em>kuntit</em><br />
Anak bogo : <em>cingok</em><br />
Anak boncel : <em>bayong</em><br />
Anak buhaya : <em>bocokok</em><br />
Anak deleg : <em>boncel</em><br />
Anak embe : <em>ceme</em><br />
Anak gajah : <em>menel</em><br />
Anak hayam : <em>ciak/pitik</em><br />
Anak japati :<em> piyik</em><br />
Anak kancra : <em>badal</em><br />
Anak keuyeup : <em>bonceret</em><br />
Anak kuda : <em>belo</em><br />
Anak kukupu : <em>hileud</em><br />
Anak kutu : <em>kuar</em><br />
Anak lancah : <em>aom</em><br />
Anak lauk : <em>kebul/burayak</em><br />
Anak lele :<em> nanahaon</em><br />
Anak lubang : <em>leungli</em><br />
Anak maung : <em>juag/aum</em><br />
Anak monyet :<em> begog</em><br />
Anak munding : <em>eneng</em><br />
Anak reungit :<em> utek-utek</em><br />
Anak sapi : <em>pedet</em><br />
Anak ucing : <em>bilatung</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=64&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/09/ngaran-anak-sato/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngaran Kekembangan</title>
		<link>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/09/ngaran-kekembangan/</link>
		<comments>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/09/ngaran-kekembangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kopral Cepot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Basa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Diajar nyunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaran Kekembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopralcepot.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Kembang awi : eumbreuk Kembang bako : bosongot Kembang bawang : ulated Kembang bolang : ancal Kembang boled : tela Kembang cabe : bolotot Kembang cau : jantung Kembang cengek : pencenges Kembang cikur : jelengut Kembang eurih : ancul Kembang gedang : ingwang Kembang genjer : gelenye Kembang hoe : bubuay Kembang honje : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=61&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kembang awi : <em>eumbreuk</em><br />
Kembang bako : <em>bosongot</em><br />
Kembang bawang : <em>ulated</em><br />
Kembang bolang : <em>ancal</em><br />
Kembang boled : <em>tela</em><br />
Kembang cabe : <em>bolotot</em><br />
Kembang cau : <em>jantung</em><br />
Kembang cengek : <em>pencenges</em><br />
Kembang cikur : <em>jelengut</em><br />
Kembang eurih : <em>ancul</em><br />
Kembang gedang :<em> ingwang</em><br />
Kembang genjer : <em>gelenye</em><br />
Kembang hoe : <em>bubuay</em><br />
Kembang honje : <em>comrang</em><br />
Kembang jaat : <em>jalinger</em><br />
Kembang jambe : <em>mayang</em><br />
Kembang jambu aer : <em>lenyap</em><br />
Kembang jambu batu :<em> karuk</em><br />
Kembang jarak :<em> uing</em><br />
Kembang jengkol : <em>merekenyenyen</em><br />
Kembang jeruk : <em>angkruk/angkes</em><br />
Kembang jotang : <em>puntung</em><br />
Kembang kadu : <em>olohok</em><br />
Kembang kalapa :<em> suligar</em><br />
Kembang peuteuy :<em> pendul</em><br />
Kembang kaso : <em>curiwis</em><br />
Kembang kawung : <em>pengis</em><br />
Kembang koneng : <em>badul</em><br />
Kembang kulur : <em>pelepes</em><br />
Kembang laja :<em> jamotrot</em><br />
Kembang leunca : <em>pengit</em><br />
Kembang limus : <em>seleksek</em><br />
Kembang lopang : <em>cacas</em><br />
Kembang muncang : <em>rinduy</em><br />
Kembang pare :<em> ringsang</em><br />
Kembang salak : <em>sedek/gojod</em><br />
Kembang sampeu : <em>dingdet</em><br />
Kembang taleus : <em>ancal</em><br />
Kembang tangkil : <em>uceng</em><br />
Kembang terong :<em> moncorong</em><br />
Kembang tiwu : <em>badaus</em><br />
Kembang waluh : <em>alewoh</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopralcepot.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopralcepot.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopralcepot.wordpress.com&amp;blog=9268840&amp;post=61&amp;subd=kopralcepot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopralcepot.wordpress.com/2009/11/09/ngaran-kekembangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/82d5b03d639ff874bb656d452521e80f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kopral cepot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
